Cerita Dewasa Neni Mungil Mahasiswa Magangku

Posted on
omi88

Cerita Dewasa Neni Mungil Mahasiswa Magangku – kali menceritakan penglaman pribadi dari seorang pengirim yang bernama Irwan  ceritanya di web Butuhsex ini. Langsung aja baca dan simak baik baik cerita dewasa
ini.

Cerita Dewasa Neni Mungil Mahasiswa Magangku

agen bola bonus deposit

agen poker online

bandar poker online

agen dominoqq

Cerita Mesum Neni Mungil Mahasiswa Magangku – Namaku
Irwan, putra asli Jepara yang sudah
sering dan teratur meniduri amoy spgku asal Tasik. Tina namanya. Wajah cantik, tubuh tinggi 165 cm dan berisi tapi tidak gemuk.
Badannya putih mulus, lezat sekali untuk
dinikmati
dengan tangan dan mulutku, dan
kemudian untuk  digauli  dengan berbagai gaya.  Biasalah… yang namanya pria, mana pernah puas dengan satu wanita. Sudah dapat yang
satu, masih aja pingin coba
yang lain.

Cerita Porno Neni Mungil Mahasiswa Magangku – Kurang lebih 4 bulan yang lalu, teman
bisnisku asal Pontianak menitipkan keponakannya yang magang di perusahaanku. Neni adalah mahasiswi fakultas
akuntansi. Kebetulan memang ada lowongan dibagian pembukuan. Buat satu semester
yang katanya akan dijadikan skripsi. Okelah pikirku. Semula aku kurang tertarik
dengannya. Meskipun manis wajahnya dengan mata bundar, tidak sipit seperti Tina, badannya kurus mungil sekitar 155 cm. Namun kulit lengan dan betisnya
lebih putih dan mulus dibandingkan SPG
tasiku itu. Putih dadanya dengan buah dada kecil tapi bagus
bentuknya. Hemmm…, kalau disantap seperti apa yah
rasanya.
Sejak itupun
pikiranku
mulai berubah. Kalau lagi berjalan, nampak pantat mungil padat nan indah
bentuknya. Kalau badannya mungil, mestinya sempit juga lubang mekinya, pikirku.
Kalau sedang bercakap, bibirnya yang mungil enak untuk dipandang. Tak sabar aku
buat mencolokkan pelerku di
dalam vaginya. Semakin hari semakin
mantablah khayalanku
untuk menikmati tubuhnya. Kecil mungil dengan lubang yang sempit, Pasti sensasinya berbeda dengan yang tinggi dan
berisi. Wkwkwkwk….
Mulailah dengan pendekatanku. Sering aku belikan makan siang di kantor, berikut
makan malam untuk dibawa pulang. Aku antar pulang kalau hari sudah gelap. Belum
lagi kalau pulsanya habis,
“tinggal lapor aja ke om”, kataku.
Makin hari makin lancarlah ini modus jahanamku.hha..Kami biasa
ngobrol santai dan agak mesra gitu. Kusentuh lengannya yang putih serta
kupegang tangannya. Tidak mengelak, malah dibalas dengan pandangan mata yang
mengundang birahiku.
Yang namanya perempuan itu dimana-mana
hampir sama,
intinya butuh  banget perhatian.
Terutama kalau jauh dari keluarga. Oh
yaa,

Cerita Bokep Neni Mungil Mahasiswa Magangku – sebenarnya dia sudah punya pacar, tapi katanya sedang studi di luar negeri.
Baguslah, kesempatan emas buatku. Selama ini tentusaja masih sering aku tiduri SPG tasiku secara teratur. Namun
makin hari makin tak sabar aku buat mencicipi si mungil ini.
Tak kusangka akhirnya angan-anganlu tercapai. Sabtu itu, Seperti biasa kantor tutup, namun aku
minta dia masuk agak siang untuk membereskan masalah inventori. Tentu saja ini hanya rekayasa belakaku.
Wani segar aroma tubuhnya setelah mandi menusuk hidungku. Masuklah dia ke ruang pribadiku mengenakan
kaos putih
tanpa lengan (itu setelah
jaketnya dilepas),
dengan rok diatas lutut
warna hitam. Senyumnya manis
memukau,
ramping mungil tubuhnya dengan kulit yang super mulus
dan putih. Kami berbincang mesra sambil duduk di atas sofa. Tak puas-puas kupandangi tubuhnya bagaikan menelajangi saja. Tiba-tiba dia meraih tanganku. Rupanya dia
memahami apa yang selama ini aku inginkan.
“Mau yang ini om ya”, uajrnya sambil mengeluskan tanganku yang
hitam
.
“Mau dong … kamu
tau aja deh nen “ ini kan momen yang aku tungu-tungu,ujarku kepadanya.
Mulailah kutelusuri
kulitnya yang halus, sambil kupuji
keindahannya. Bertambah suka
saja
dia. Baguslah.

Cerita Sex Neni Mungil Mahasiswa Magangku – Kuberanikan untuk menciumi lengannya serta mengusapkan mukaku di sana. Bak
sutera saja. Kulanjutkan ke lehernya yang putih dengan permainan bibir dan
lidahku. Ekspresi wajahnya menunjukkan amat menikmati. Disaat kucoba menuju area kulit dadanya, dia bergerak mundur.
Wah, gawat nih
pikirku. Ternyata  malah sebaliknya. Dengan santai
ditanggalkannya itu kaos, ditaruhnya di atas sofa. Senyumnya menggoda. Bersih
dadanya yang segera kuserbu dengan mulut dan tanganku. Kuremasi tetenya yang
mungil dibungkus BH
warna putih. Kucoba membuka tali pengait di belakang, agak rumit, namun segera
dibantu dengan gerakan tangannya.
“lama
banget suh om, begini nih caranya”,ujarnya kepadaku sambil
dilempar bhnya ke samping.
Payudara yang amat putih dengan
pentil merah muda yang menantang sebesar ruas telunjukku. Ampun, ini susu kecil
kencang tapi pentilnya bagaiakan ibu
yang baru
melahirkan saja. Pertanda ini amoy mungil tapi napsunya gede, ditambah sudah
teramat kerap itu puting dikulum
oleh pacarnya. Tapi karena lagi studi di luar negeri, giliran gua
dong.hahay…
Salah sendiri deh.

Cerita Bokep Neni Mungil Mahasiswa Magangku – Nyott, srup, langsung ajah pakai mulut dan lidah. Matanya merem, terbuka
bibirnya. Kuremas susu satunya yang mungil tapi kenyal, beda bangeg rasanya dengan kepunyaan Tina yang montok. Kujepit putingnya
yang mengeras dengan jari jemariku untuk kemudian aku pelintir-pelintir . Napas panjang diambilnya sambil
monyong mulutnya. Suka dibeginikan yah, pantesan gede itu pentil, diemut sama
dipuntir terus-2an sih. Bergantian kugelomoh buah dada sebelah kiri dan kanan
bergantian.
Kurebahkan
tubuhnya di sofa ruang kerjaku, kedua tangannya
terbuka di atas sandaran. Lengan dan ketiaknya yang amat putih bersih alami
tanpa perlu dicukur. Kuusapkan mukaku di sana. Hmm, harum aromanya, halus
rasanya. Kunikmati dengan bibir dan lidahku, sembari tanganku melepas
bajuku.  Kuselipkan tanganku yang kasar membelai pahanya yang mulus.
Sebelah luar kemudian dalam. Tersentuh pangkal selangkangannya, resah gerak
tubuhnya. Kutelusuri paha dan betisnya yang langsing nan halus sampai ke ujung
kaki. Kuangkat kedua tungkainya tinggi-2, punggungnya sekarang rebah di sofa.
Nampak celana dalamnya yang berwarna putih. Kucaplok kaki dan jemarinya,
kujilati betisnya yang putih. Napasnya tambah tak beraturan.
Tak sabar lagi, brett, kutarik rok berikut celana dalam ke ujung kakinya, yang
segera kulempar ke samping. Kelihatan pinggangnya yang mungil tapi bagus
lekukannya, bersih putih dengan rambut hitam yang tidak lebat di pangkalnya.
Langsung saja aku serbu dengan mukaku. Tak kuasa dia menahan desahan dan gejolak
tubuhnya. Mulut kewanitannya yang mungil kusedot bagaikan mencium mulut yang di
atas saja. Terasa lembek dan becek tapi lezat. Dengan kedua tanganku kubuka
lebar-2 pahanya menyerupai kaki kodok. Kucolok memeknya dengan lidahku untuk
diputar-2 di dalam. Kujilat bibirnya kiri kanan. Cairan kental tak ada rasanya
tanpa nikmat untuk disantap. Makin menggelinjang itu badan. Penasaran aku
berapa gede itu lubang. Dicoba-2 pakai jari dan jempol, ah ternyata seukuran
jarimanisku, pas dan seret. Mana itu si kecil itil, nah ketemu juga di
sebelah  bawah rambut jembut. Mhhh, sedot ajah, sampai mengaduh-2 itu
mulut. Kedua tangannya tambah erat berpegangan di sandaran sofa.
Tak ingin membuang waktu lagi, kutahan betis kanannya dengan pundak kiriku
tinggi-2,sementara paha kirinya terbuka di pinggir sofa. Kubuka celanaku dan
kuturunkan kolorku sampai ke lutut. Tegap badan prajuritku dengan topi baja
yang siap tempur. Sambil tangan kananku yang hitam menjamah dadanya yang putih,
kugosok-2an helmku di bibirnya yang merekah. Kuobel itu kelentit dengan toliku.
Geli-2 kasar rasanya sewaktu terkena rambutnya. Kumain-2kan bibir luar dan
dalamnya, untuk kemudian kusodok-2 lagi si itil. Penasaran dengan kenakalanku,
diraihnya batangku dengan tangannya. Sambil  diliriknya bagian bawah
tubuhnya dan menggigit bibirnya sendiri, dimasukkannya kepunyaanku yang hitam
ke dalam miliknya yang merah jambu.
Blessss. Orang Jawa bilang asu tenan. Seret buangethh dan licin. Lebih sempit
dibandingkan kepunyaan si spg Garut, apalagi kepunyaan istriku yang bagaikan
jalan tol bebas hambatan saja (harus bayar lagi). Kumasukkan pelan-2 tapi
mantab. Hhhhh, oouhh, suara dari mulutnya, sementara kepalanya terangkat
menyaksikan apa yang terjadi di bagian bawah tubuhnya, untuk kemudian rebah
kembali. Belum pernah merasakan ukuran yang ini yah, kepunyaan sang pacar
paling cume segede ekor tikus, he,he. Kedua tangannya mencengkeram pundakku.
Hehhhh, bersemangat aku memasukkan topi bajaku terus sampai mentok di pangkal
rahimnya, yang belum pernah aku alami dengan Sinsin. Bonggol toliku bertatap
muka dengan rahimnya. Kugesek-2an tulang kelaminku ke kelentitnya. Kres, kres,
suara rambut kasarku beradu dengan kepunyaannya. Pinggul dan pangkal pahaku
yang hitam menempel perut bagian bawahnya yang putih dengan pangkal pahanya
yang terbuka lebar.

Cerita Lendir Neni Mungil Mahasiswa Magangku – “Haoh, uhh, haoh,” suara-2 mesum keluar dari mulutnya.
Kaki kananku yang bertumpu di lantai aku pindahkan
berjongkok di sofa mengangkangi paha kirinya yang terbuka. Kaki kiriku bertumpu
kuat-2 di lantai, dengan pundak kiriku menahan betis kanannya. Sambil menikmati
halusnya betis dan kakinya yang putih dengan muka dan mulutku, kukayuh biduk
kejantananku yang sekarang bagaikan tegak lurus dengan langit. Batangku sebelah
atas menggosok ketat kelentitnya, sembari bonggolku menelusuri liangnya yang
sempit. Gerakanku pelan tapi mantab, membuat aku bisa bertahan lama menikmati
meki luarbisa sempit ini, namun mampu memberikan kepuasan yang amat kepada
pasangaku.
“Egh…egh…egh…”
desisnya sambil diraihnya leherku untuk diciumnya bibirku dengan penuh nafsu.
Sementara pistol perkasaku yang dibawah berciuman dengan mulut
rahimnya. Untuk aku tarik, dan masukkan lagi, begitulah seterusnya. Jadi mulut kami berciuman dan di bawah juga aktif menyerang. tidak lama kemudian, kurasakan hisapan
bibirnya bertambah kuat, napasanya memburu. Aku pertahankan gerak atas bawahku.
Sampai akhirnya, suara melenguh diikuti cengkeraman tangannya di pundakku.
Tambah berkejang badannya. Kurasakan kepala dedek kecilku dicelup cairan
hangat. Kuteruskan gerakanku. Kurasakan cairan membasahi batangku. Matanya
membelalak ke atas, napasnya tertahan. Sampai akhirnya, uhhhhhhh. Napas panjang
tanda kelegaaan diikuti kendor otot-2 tubuhnya. Masih saja menancap, kulihat
cairan bening meleleh ke atas sofa. Gimana nih sang pacar, capek-2 belajar di
luar negeri, cewe elu gua entotin sampai keluar, ha.ha. Jembut hitamnya yang
tidak lebat itu basah kuyup persis tikus masuk selokan saja. Setelah teratur napasnya, diturunkannya
kaki kanannya dari pundakku.
“Ke
bawah ajah”, ujarnya sambil melorot badannya dari sofa.
Kuikuti gerakan tubuhnya agar kepunyaanku tidak
copot dari tempatnya. Kurebahkan punggungnya yang basah oleh keringat di atas
karpet coklat muda. Dengan gerakan kakinya, dilepasnya celana dan kolorku dari
ujung kakiku. Dengan posisi telungkup kusetubuhi dia. Susunya yang mungil putih
dan halus tergencet dadaku yang hitam kasar. Sambil kugerakkan badanku,
kurasakan dua tonjolan keras menggosok-2 dadaku. Nikmatt. Semula, ditekuk
betisnya erat-2 ke pahanya, dan diangkat tinggi-2 untuk memudahkan gerakanku.
Kadang direngkuhkannya ke pantatku. Terasa halus kulit betis dan pahanya.
Kemudian diubah posisi pahanya mengangkang dengan telapak kaki bertumpu mantab
di atas karpet.
Mulailah dia menggoyang pinggulnya seirama dengan gerakanku. Aku tekan
pinggulku ke bawah, dia diam. Aku lepas, dia goyang ke atas mengejarku. Anjrit, ini Pontianak mungil lonte juga.
Belum lagi itu memeknya yang seret minta ampun. Kurasakan biji salakku mengeras
pertanda sudah siap itu cairan buat ditembakkan. Kupercepat gerakkan
tekan-lepasku yang diimbangi gerakkan diam-naiknya. Basah badan kami berdua
oleh keringat. Benar-2 pemandangan yang indah di mana bagian bawah badan kami
bergoyang naik turun. Seirama berbalas-2an. Untung ini di lantai, kalu tidak
ancur sudah itu sofa. Sampai akhirnya aku tak kuasa menahan lahar gunung
tamboraku buat meleleh. Kedua tanganku lurus menopang punggungku yang
melengkung dan leher mendongak. Kakiku terkejang sambil kutekan dalam-2 toliku,
yang mulutnya berciuman ketat dengan mulut rahimnya. Kupejamkan mataku, siap
untuk menodainya dengan cairan cintaku. Hamil embuh aku, pikir saja belakangan.
Bukannya pasrah, Eh ini cewe malah semakin menantang. Ditekannya pantatku
dengan tangannya erat-2 di selangkanganya yang terbuka. Digoyang pinggulnya
atas bawah lebih mantab dengan pandangan mata yang nakal ke bawah. Digigit
bibirnnya sendiri dengan gemas.
“Crotttt… Crottt…
Crotttt”,

Cerita Lucah Neni Mungil Mahasiswa Magangku – semburan pertama spermaku
bersamaan dengan goyangan pinggulnya.
Kalau orang Sunda bilang, anjis beneran deh. Bayangkan saja itu peler lagi kelar nyemprot, dijepit lubang sempit
becek, sambil digoyang lagi. Geli-geli
teramat sangat deh ah.
Binal ini mahasiswi, tidak tahu belajarnya dari siapa. Tak ampun aku tambah
berkejang menyemburkan yang kedua. Lebih banyak dan kental, cretttttt. Ohh, tak
malu aku buat melenguh. Masih digoyang sambil lebih ditekannya pinggang hitamku
dengan tangannya. Ngilu lutuku. Crott, digoyang terus. Cret, cret, masing saja
bergoyang itu pinggul putih. Bangsathh. Yang pada akhirnya creeet, yang
terakhir. Huaduhhhh, ambruk aku di atas badannya yang mungil. Masih saja
bergoyang dia, namun bertambah pelan dan akhirnya dihentikan setelah dikurasnya
habis maniku dari kantongnya. Termasuk yang paling encer sekalipun. Benar-benar lonte ini anak..
Cukup lama aku menelungkupi badannya sambil mengatur napas. Kemudian kami
berdua bangkit untuk membersihkan diri ala kadarnya. Sembari bergurau kujamah-2
badannya, termasuk pentil dan itilnya. Sambil jongkok mengangkang, dengan
santai dibersihkannya itu memek pakai tisue dan air minum dari botol. Buset,
itu lubang bundar menganga sebesar jempol kaki, yang paling satu malem langsung
udah sempitan lagi buat gua pake besoknya, pikirku. Memang tak memalukan senjataku yang satu ini. Sore
itu aku antar pulang dia ke tempat indekos. Sempat kutepuk pantatnya sewaku
turun dari mobil. Sampai di rumah, istriku baru ada arisan dengan ibu-ibu tetangga. Setelah berbasabasi sebentar
langsung saja aku menyingkir. Urusan selain mekinya amoy, ogah aku, buang waktu
saja.

Sejak itu tiap hari Sabtu kami kerja lembur,
tentusaja tanpa sepengetahuan tina
(dua cewe ngomong, berbahaya itu), istriku, dan teman bisnisku. Seperti tina, neni juga kubelikan vitamin untuk diminum secara teratur, yang ternyata
juga membuat kulit wajah tambah halus dan bebas jerawat, ha.ha. Kunikmati
badannya dangan berbagai macam posisi, termasuk gaya gendong jalan-jalan yang tak mungkin aku lakukan
dengan Tina
mengingat badannya terlalu berat untuk diangkat.
Ternyata tak ada orang yang sempurna,
masing-2 mempunyai keunggulan tersendiri. Pernah kusuruh dia mengemut toliku
dan memijit badanku menggunakan tangan, susu, serta bokongnya. Ternyata Neni tidak pintar dan tidak mantab
bodinya. Kalau SPGku Garut  yang ini itu jauh lebih

Cerita Lendir Neni Mungil Mahasiswa Magangku – jago. Jadinya, tergantung keahlian kitalah untuk menggunakannya. Pernah aku
cabut tongkatku dari liang maminya untuk dicolokkan ke mulutnya dan ditelan
habis pejuhku. Juga dengan gaya nungging sambil meremasi badannya dari
belakang, untuk cepat-cepat
kucabut dan dimasukkan ke lubang pantat yang ternyata cuma masuk separuh
bonggol. Terlalu kecil lubang duburnya
untuk dipakai. Namun untungnya masih sempat keluar semuanya di dalam. Lain kali, kululur wajah, dada, lengan,
paha, betis, punggung, serta bokongnya yang putih mulus dengan carian yang
keluar dari lubang mekinya.
Campuran cairan dia dan punyaku. Puas rasanya menikmati tubuh secara menyeluruh di semua lubang dan
permukaannya.  Nanti kalau sudah selesai kuliah dan menyusul ke luar negeri,
bener-bener
terima barang bekas itu sang pacar. END

agen bola tanpa deposit inibet188